Senin, 23 April 2012

aku, ia dan SenjaMU


Untuk ia yang selalu dapat melukiskan keindahan senja
Dalam larik-larik bayan sederhana namun begitu mengena dihati pembacanya
Yang mengajarkan padaku tentang penerimaan dan kekuatan
Yang memahamkanku tentang keikhlasan yang dalam
Yang menyadarkan padaku, tentang pilihan menghadapi masa senja kita nantinya...

Terimakasih Tuhan, karna senjaMu memikatku, karna senjaMu juga memikatnya..memikat hati setiap hamba yang mampu melihatnya dengan hati...


-Jogja,21 April 2012-
mungkin senja ini dihadiahkan untuk semua kartini muda :)

Kamis, 12 April 2012

Terpedaya Lodaya

Lodaya pagi di citis (dari album poto DAOP2 nya om Rendra)
Yap! Lodaya Malam dan Lodaya Pagi membuatku terjaga,untuk tak memejamkan mata barang sekejap, karna pasti akan menyesal pas bangun, seperti yang terjadi diliburan yang lalu.

Biarpun Lodaya malam menyisakan warna hitam dijendelanya, tapi tak sedikitpun aku lepaskan pandangan keluar, memandang malam yang kian menghujam sambil sesekali menyusun huruf demi huruf di HP butut hijauku, senyamsenyum sendiri memandang bulan yang menyisakan separo bagiannya di akhir bulan maret ini, atau memastikan dengan baik bahwa kereta belum memasuki tunel ijo dengan pendar lampu rumah sebelah rel, tapi yang paling sempurna adalah pemandangan disisi kanan itu benar2 keren, apalagi masuk daerah Jawabarat, berasa di Bukit Bintangnya Jogja, tapi dengan sensasi kereta.
Ah, romantismeku tiba-tiba muncul, mengingat semua perjalanan keretaku. Aha! KA Progo,rindu sekali dengan suara, "MIJON MIJON QUA QUA POP MI KOPI" dengan sesekali terinjak karna aku dan temanku duduk dijalan, atau harus mendengar suara syahdu di setiap pemberhentian stasiun, beralaskan koran seadanya, dan merubah posisi duduk yang makin lama makin sering :)). Setelah tersadar ternyata aku duduk sangat manis, sangat nyaman di kursi eksekutif 12 D ini. Yang ada hanya prami cantik berjilbab yang dengan anggunnya menawari, ada yang mau dipesan mb? :). Akhirnya terpenuhilah janjiku untuk bereksekutif meskipun dengan harga tiket kereta promoan! :D Pada siapa lagi aku harus berterimakasih selain pada Tuhan, pak sol dan monyetku? Lodaya malam membuatku jatuh cinta.Begitu pula Bandung !


Selang 3 hari, giliran Lodaya pagi membuatku benar-benar terpesona melihat KeMahaBesaran Tuhan, melihat keelokan desain jalur yang dibikin Walondo, juga terbayang penuh kekarnya orang Indonesia yang menjadikan tiber-tiber terlihat begitu menyenangkan. Dengan seat yang bisa kupilih sendiri karna dari 180 seat hanya 80 tiket yang terjual... :D luarr biasaaa! Trip ini kian sempurna karna disebelahku adalah Bule-bule putih, makin bangga saja, rasanya pengen ngomong.. "Ini bung Indonesia, tapi jangan senang dulu, ini baru sebagian kecil dari Indonesia. Keren to Indonesiaku? hahaha" Kalian harus coba lodaya, bagaimanapun caranya! Suguhan pemandangan jendela membuat mata berbinar-binar. Membuatku harus berdiri dipintu berjam-jam demi mendapatkan momen liukan tiber, dan mendapatkan sensasi gemetaran! Tak bisa ku lupakan bagaimana kegiranganku kala melewati tempat-tempat yang pernah kujadikan spoting kereta belakangan ini. Yay! Tak lupa ku telfon orang-orang baik yang membuat jeda diantara 2 Lodaya kian mengembirakan.

view lodaya pagi dari dalam kereta :)
poto dari pintu (lodaya di jembatan dan tikungan paporit :)
versi buntut pasing LBJ punyaknya pak sol :)

Sebuah perenungan yang panjang, sebuah kesyukuran yang dalam, dan sebuah hikmah yang terlalu mempesona. Kampungan memang, tapi justru disitu letak kerennya. Progo memang jauh dari kata "nyaman" dari segi fasilitas, tapi dari Progrolah aku bisa melihat Indonesia secara utuh, secara penuh. Tak akan ada kata "lebih enak" jika saja aku tak pernah mencicipi lezatnya LES ehan di antara tempat duduk, atau merapel upacara selama 3 jam di Kahuripan. Itulah yang membuat 2 Lodayaku begitu sempurna dan aku terpedaya karnanya. :D

Tuhan tak pernah menyediakan sesuatu tanpa pembelajaran, tak akan pernah, karna DIA menciptakan semua hal tanpa kesia-siaan, mungkin kita saja yang terlalu dangkal menyimpulkan dan mengeluhkan. Weits, perjalanan kali ini aku menemukan juga railprespektiv yang sudah kunanti kehadirannya, tapi bukan yang semakin berOLIE itu semakin seksi seperti yang dikatakan mb susi kala melihat petugas pemeriksa KA.hehe

" Ada yang tergesa-gesa, ada yang datang dengan tepat waktu, mungkin juga ada yang harus mencobanya lain waktu.. Satu pengajaran baru, kita akan meninggal terjadwal sesuai dengan ketentuan Tuhan, dengan kereta yang telah kita usahakan tiketnya. Nah,bagaimanakah kita menyikapi diri dengan jadwal kereta dan memantaskan diri pada kereta yang manakah yang akan kita naiki? karna yang dariNya kembali padaNya"

Big Thanks to Mr. Solihin Ika Sima yang menyediakan banyak waktunya untuk bertemu Mb Ocha (bagian penjualan tiket stt Tugu) yang menjadi perantara Tuhan dalam mewujudkan mimpiku meluaskan "peta" :D
Monyet Susheyy yang berbaik hati meluangkan waktunya untuk sekedar menemani ke GJan ku (she likes an angel ) ^^
Om Rendra yang menunjukkan letak2 keindahan jendela Lodaya!
dan terimakasih terbesarku untuk Tuhan yang tak pernah berhenti menggerakkan "tangan-tangan"Nya yang membuatku makin sadar tentang banyak hal.

Senin, 09 April 2012

Menunggu mendung di Gedangsari

“Mendung omas, buruan dijepret” seketika suara suttersped  menggema diseputaran air terjun, ditambah pemandangan menempelnya kamera pada wajah-wajah para master.
Inilah potret sederhana, kesederhanaan fotografer yang menunggu momen mendung karena ketiadaan ND (Neutral Density ) agar menghasilkan efek selosepit yang tidak OE (Over Eksposure).  Hanya satu fotografer betulan, menggunakan ND plus Tripod ke air terjun Gedangsari ini.. master dari semua master, :D

om haris malah motrek ane, hadehhhh..:P






















Sebetulnya air terjun ini sudah kusambangi beberapa bulan yang lalu. Tapi, demi melihat master-master kegirangan, bolehlah saya mengulangnya lagi. Hawa dan mood memotretku sedang buruk, tak banyak yang berhasil terbekukan dengan sempurna, tapi lagi-lagi ada kelucuan yang menelisik kala melihat mereka berkarya, tersenyum atau kadang menertawakan. Bukankah itu sudah sempurna?*halah* :D


Rute untuk ke air terjun ini sudah pernah saya sampaikan dikesempatan sebelumnya. Nah, karna aku tak mau jadi Guide Gratisan yang merugi, maka aku memilih Luweng Sampang untuk tujuan mbolang setelahnya.

Berbekal informasi dari ibuk penjual dan pembeli diangkringan, akhirnya kita melajukan motor kearah SMPN 2 Gedangsari. Dengan tanjakan 45 derajat yang beralaskan beton saja, akhirnya kita sampai dan dengan cepatnya omas rendra menyuarakan “Bukan kayak gini ndri yang di internet” ,aku mengiyakan dengan segera *issshhh,,kita salah*. Tapi ya sudah, mari kita nikmati kerenyahan air terjun tak bernama ini.. #kriuk nyamnyamnyam . Dan bagusnya, awan pun tak perlu ditunggu untuk mendung (karna memang sudah mendung) ^^ makin renyah saja air terjun ini.. :D

bolang gedang sari :)
segarnya air di curug tak bernama :)

Jadi meskipun kesasar eh salah alamat setidaknya kita mendapatkan satu penemuan air terjun baru, yang artinya referensi mbolang bertambah tanpa diduga. Karna ya, tidak ada yang sia-sia, bahkan kesalahan sekalipun. ;) 

Dengan misi besarnya dari Jakarta, om rendra enggan menyerah untuk memaksa menemukan Luweng Sampang (begitu pula denganku). Ok baiklah, karna saya guide yang baik, maka saya biarkan triana yang kubonceng bertanya 7(Tujuh) kali untuk mendapatkan Luweng Sampang dan jalan pulang ke Jogja . Kalo diingat dengan baik, ini adalah rekor bertanya paling banyak selama per.mbolanganku, terlihat sangat 4B (Benar-Benar Bodoh Banget)-,- . Ini semua tidak lepas dari rasa tidak percayanya om haris, yang selalu saja menyuruhku berhenti dan bertanya.. *curang*
Well, terbayar lunas sudah  perjalanan ala ninjahatori  ini, bukit demi bukit, hamparan sawah demi sawah, sungai demi sungai, pertanyaan demi pertanyaan, pemberhentian demi pemberhentian, keraguan demi keraguan, ditambah pesisme yang kian meradang . And this is it, luweng sampang yang melegenda dengan matahari yang tertutup awan aka mendung , maka berbahagialah kita. ^^

dengan ND dan kamera pinjeman :D
Luweng sampang full version

Hah? Melegenda apanya? Yap! Jadi ceritanya, dulu Luweng Sampang ini menjadi tempat bertapa.nya Sunan yang saya lupa namanya, dan ditempat ini pula tempat “dicucinya”  orang-orang jahat bin “hitam” . Karna bentuknya yang menyerupai luweng, jadilah jadi nama Luweng dan terletak di desa Sampang. LUWENG SAMPANG, manis sekali. ( Btw kenapa kita bisa lupa untuk men”cuci”kan  omas rendra dan om haris yak? :D )

Aku puas sekali menemukan tempat ini, setidaknya senyum master-master dapat terkulum indah (kembali) , atau sekedar mematahkan keraguan yang bercongkol pada nurani pengendara motor yang mengekor dibelakangku, dan setidaknya lagi penemuan Luweng Sampang ini, membuat perasaan bersalahku lenyap seketika, soalnya bakal berabe kalo benaran kagak ketemu,, :D.  Karna bagi kami  MBOLANG adalah HAPARAN, berharap untuk menemukan yang kita cari, berharap menemukan pembelajaran-pembelajaran sederhana dari sebuah perjalanan , berharap dapat tetap mengali keMahaBesaranNya yang luar biasa, dan berharap dapat menjernihkan kembali kebeningan nurani dan pikiran.

      Rute Menuju air terjun tak bernama
Ikuti jalan menuju SMP N 2 Gedang Sari,
Jalan didepan SMP N 2 Gedang sari , 
lurus terus saja, hingga melewati jembatan dan tanjakan jahanam yang disebelahnya sungai berpereng
Air terjunnya kelihatan dari sebelum jalan naik

      Rute Menuju Luweng Sampang
Dari Jogja, melewati jalan raya Jogja-Solo
Belok kekanan setelah plang arah stasiun srowot
Ikuti jalan hingga bertemu pertigaan wedi.
Setelah pertigaan wedi (pasar) ambil keselatan atau ambil kanan kalo dari arah jogja,
 tetap lurus dipertigaan masjid (kiri jalan)
ikuti jalan terus hingga bertemu jembatan,
setelah jembatan ambil kiri,
lurus saja hingga melewati SD N Sampang
Luweng sampangnya kelihatan kok dari jalan.. 

Oya, semua air terjun ini terletak di desa Gedang Sari, Gunung Kidul, Yogyakarta, namun sebagian orang di curug pertama (Tegalrejo,curug taman indah)  gak tau Luweng Sampang, jadi alangkah lebih bijaknya jika kalian bertanya, tanyalah  kearah dusun SAMPANG terlebih dahulu karna belum ada penunjuk arah menuju 3 tempat wisata ini. Silahkan mencoba alternatif wisata baru di Jogja yang gretongan ini, tetap berharap yang baik-baik karna mbolang adalah HARAPAN ! :D

Thanks to : Triana dan motor kharismanya, pak sol, om rendra, om ikhsan, om haris, dan hendra si anak RF solo dan 7 orang yang menunjukkan jalan kami kecurug ples pulang kejogja. :P