Kamis, 12 April 2012

Terpedaya Lodaya

Lodaya pagi di citis (dari album poto DAOP2 nya om Rendra)
Yap! Lodaya Malam dan Lodaya Pagi membuatku terjaga,untuk tak memejamkan mata barang sekejap, karna pasti akan menyesal pas bangun, seperti yang terjadi diliburan yang lalu.

Biarpun Lodaya malam menyisakan warna hitam dijendelanya, tapi tak sedikitpun aku lepaskan pandangan keluar, memandang malam yang kian menghujam sambil sesekali menyusun huruf demi huruf di HP butut hijauku, senyamsenyum sendiri memandang bulan yang menyisakan separo bagiannya di akhir bulan maret ini, atau memastikan dengan baik bahwa kereta belum memasuki tunel ijo dengan pendar lampu rumah sebelah rel, tapi yang paling sempurna adalah pemandangan disisi kanan itu benar2 keren, apalagi masuk daerah Jawabarat, berasa di Bukit Bintangnya Jogja, tapi dengan sensasi kereta.
Ah, romantismeku tiba-tiba muncul, mengingat semua perjalanan keretaku. Aha! KA Progo,rindu sekali dengan suara, "MIJON MIJON QUA QUA POP MI KOPI" dengan sesekali terinjak karna aku dan temanku duduk dijalan, atau harus mendengar suara syahdu di setiap pemberhentian stasiun, beralaskan koran seadanya, dan merubah posisi duduk yang makin lama makin sering :)). Setelah tersadar ternyata aku duduk sangat manis, sangat nyaman di kursi eksekutif 12 D ini. Yang ada hanya prami cantik berjilbab yang dengan anggunnya menawari, ada yang mau dipesan mb? :). Akhirnya terpenuhilah janjiku untuk bereksekutif meskipun dengan harga tiket kereta promoan! :D Pada siapa lagi aku harus berterimakasih selain pada Tuhan, pak sol dan monyetku? Lodaya malam membuatku jatuh cinta.Begitu pula Bandung !


Selang 3 hari, giliran Lodaya pagi membuatku benar-benar terpesona melihat KeMahaBesaran Tuhan, melihat keelokan desain jalur yang dibikin Walondo, juga terbayang penuh kekarnya orang Indonesia yang menjadikan tiber-tiber terlihat begitu menyenangkan. Dengan seat yang bisa kupilih sendiri karna dari 180 seat hanya 80 tiket yang terjual... :D luarr biasaaa! Trip ini kian sempurna karna disebelahku adalah Bule-bule putih, makin bangga saja, rasanya pengen ngomong.. "Ini bung Indonesia, tapi jangan senang dulu, ini baru sebagian kecil dari Indonesia. Keren to Indonesiaku? hahaha" Kalian harus coba lodaya, bagaimanapun caranya! Suguhan pemandangan jendela membuat mata berbinar-binar. Membuatku harus berdiri dipintu berjam-jam demi mendapatkan momen liukan tiber, dan mendapatkan sensasi gemetaran! Tak bisa ku lupakan bagaimana kegiranganku kala melewati tempat-tempat yang pernah kujadikan spoting kereta belakangan ini. Yay! Tak lupa ku telfon orang-orang baik yang membuat jeda diantara 2 Lodaya kian mengembirakan.

view lodaya pagi dari dalam kereta :)
poto dari pintu (lodaya di jembatan dan tikungan paporit :)
versi buntut pasing LBJ punyaknya pak sol :)

Sebuah perenungan yang panjang, sebuah kesyukuran yang dalam, dan sebuah hikmah yang terlalu mempesona. Kampungan memang, tapi justru disitu letak kerennya. Progo memang jauh dari kata "nyaman" dari segi fasilitas, tapi dari Progrolah aku bisa melihat Indonesia secara utuh, secara penuh. Tak akan ada kata "lebih enak" jika saja aku tak pernah mencicipi lezatnya LES ehan di antara tempat duduk, atau merapel upacara selama 3 jam di Kahuripan. Itulah yang membuat 2 Lodayaku begitu sempurna dan aku terpedaya karnanya. :D

Tuhan tak pernah menyediakan sesuatu tanpa pembelajaran, tak akan pernah, karna DIA menciptakan semua hal tanpa kesia-siaan, mungkin kita saja yang terlalu dangkal menyimpulkan dan mengeluhkan. Weits, perjalanan kali ini aku menemukan juga railprespektiv yang sudah kunanti kehadirannya, tapi bukan yang semakin berOLIE itu semakin seksi seperti yang dikatakan mb susi kala melihat petugas pemeriksa KA.hehe

" Ada yang tergesa-gesa, ada yang datang dengan tepat waktu, mungkin juga ada yang harus mencobanya lain waktu.. Satu pengajaran baru, kita akan meninggal terjadwal sesuai dengan ketentuan Tuhan, dengan kereta yang telah kita usahakan tiketnya. Nah,bagaimanakah kita menyikapi diri dengan jadwal kereta dan memantaskan diri pada kereta yang manakah yang akan kita naiki? karna yang dariNya kembali padaNya"

Big Thanks to Mr. Solihin Ika Sima yang menyediakan banyak waktunya untuk bertemu Mb Ocha (bagian penjualan tiket stt Tugu) yang menjadi perantara Tuhan dalam mewujudkan mimpiku meluaskan "peta" :D
Monyet Susheyy yang berbaik hati meluangkan waktunya untuk sekedar menemani ke GJan ku (she likes an angel ) ^^
Om Rendra yang menunjukkan letak2 keindahan jendela Lodaya!
dan terimakasih terbesarku untuk Tuhan yang tak pernah berhenti menggerakkan "tangan-tangan"Nya yang membuatku makin sadar tentang banyak hal.

Tidak ada komentar: